Tegaskan Maju Pilkada, HRS Bakal Gandeng Tokoh Birokrasi, Mei 2024 Deklarasi Pasangan

Keterangan Gambar, Tanpak HRS Balon Bupati Kolaka (Foto Red)

KOLAKA, MNN.COM — Bakal calon bupati Kolaka Heryanto Suaib (HRS) kembali menegaskan sikap politiknya maju pada Pilkada Kabupaten  Kolaka Tahun 2024. Komitmen politik HRS itu sekaligus menepis isu yang mengemuka akhir – akhir ini bakal urung maju berkontestasi.

“Isu seperti itu terlalu dini. Saya pun tidak pernah menyatakan tidak maju. Justru tim saya di 12 kecamatan tetap solid dan bekerja. Insya Allah, saya tetap komitmen maju sebagai bakal calon bupati Kolaka tahun 2024,” tegasnya ditemui wartawan usai menghadiri peresmian gedung PPNI Kolaka, Sabtu (10/2) di Kelurahan Laloeha.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Caleg DPRD Propinsi berslogan AMS Hadir di Kecamatan Toari, Ratusan Masa Antusias Ikuti Ikrar Pembentukan Relawan

Selain meneguhkan pilihan politiknya, HRS yang juga diketahui selaku Ketua HIPTI Kolaka itu juga secara lantang memberi bocoran kriteria bakal calon wakilnya.

“Saya ini dari kalangan pengusaha, idealnya tentu calon pendamping (wakil bupati) memahami birokrasi. Silahkan teman – teman wartawan, siapa saja tokoh dari birokrasi yang kini mencuat,” tandasnya.

Menurut HRS, sebagai bentuk keseriusannya maju di Pilkada Kolaka, paska Pilcaleg dan Pilpres ini,  ia akan kembali turun menemui masyarakat guna memperkuat pesan gagasan besarnya untuk memajukan Kolaka di 100 desa dan 35 Kelurahan pada maret sampai april sekaligus akan turunkan lembaga survey.

“Setelah mengetahui hasil survey, bulan mei tim akan rencanakan deklarasi pasangan calon. Langkah ini dilakukan agar pergerakan lebih cepat terkonsolidasi bersama gerbong calon wakilnya,” jelasnya.

Baca Juga:  HUT Ke - 7, SMSI Sultra Gandeng Palang Merah Indonesia Gelar Aksi Donor Darah 

Ditanya soal parpol yang bakal mengusungnya. HRS mengutarakan bahwa nantinya bakal diusung sampai 5 parpol. Salah satunya dari PDIP.

“Saya ini menduduki sebagai pengurus DPD PDIP Sultra dan selama ini telah loyal menjalankan tugas partai. Selaku kader tentu wajar jika mengharapkan dukungan, apalagi PDIP merupakan partai kader. Begitu pun parpol lainnya telah intens lakukan komunikasi politik sampai ke pusat,” tutupnya sambil tersenyum. (Red).

Pos terkait