Pemanfaatan Teknologi Kelautan Dalam Mengatasi Limbah Sampah Plastik Di Kawasan Pesisir

Oleh : Musfikayana

Mahasiswa Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Mandala Waluya Kendari

SULTRA, MNN.COM — Dampak pencemaran air laut Pantai yaitu banyak satwa laut yang mati akibat mengira sampah plastic sebagai makanannya. Akibat sampah, makanan satwa laut menjadi tercemar, dan mereka bahkan bingung mengenai makanan apa yang baik dan patut dimakan. Banyak dari mereka yang mati karena memakan sampah plastik berbahaya dan sulit untuk terurai. Adapun sumber sampah laut dijelaskan seperti berikut :

Daratan Sampah laut sebagian besar berasal dari daratan yang mengalir ke laut melalui sungai atau dibuang langsung ke laut. Sampah laut yang berasal dari daratan sebagai berikut:

Saluran buangan air.

Saluran buangan air adalah saluran yang berada di permukaan dan dibawah tanah yang terbentuk secara alami atau dibuat oleh manusia. Saluran buangan air dibuat untuk mengalirkan, menguras, membuang atau pengalir. Saluran buangan air ini akan mengumpulkan air hujan dan aktivitas manusia. Kemudian akan mengalir ke sungai sungai kecil. Air selanjutnya menuju ke lautan atau ke aliran sungai lebih besar yangakan bermuara ke lautan. Namun kadang saluran buangan air ini menjadi salah satu sarana manusia membuang sampah.

Pembuangan sampah secara langsung

Sampah buangan langsung adalah sampah diperairan berasal dari kegiatan wisata di sekitar pantai atau aktivitas masyarakat yang permukim di pesisir yang membuang langsung ke laut. Sampah yang ditemukan seperti kemasan makanan dan wadah minuman. 

Selain itu terdapat pula sampah pertanian, kontruksi bangunan, dan operasi penambangan dari dataran juga bisa menjad sampah laut jika masuk buangannya menuju ke sungai. Jenis sampah yang ditemukan berasal dari buangan sampah langsung seperti puntung rokok dan mainan anak- anak yang terbuat dari plastic serta kegiatan nelayan yang membuang alat tangkapnya Pembuangan limbah padat dan TPA (Tempat Pembuangan Akhir)

Sumber sampah laut berbahaya yang berasal dari TPA. 

Limpasan dari tempat pembuangan sampah yang terletak di daerah pesisir atau dekat ke sungai masuk ke lingkungan laut. Sebagai contoh, di Amerika Serikat banyak muara telah terkontaminasi oleh sampah dari lokasi limbah padat di dekatnya. Selain itu sampah dapat masuk kelingkungan laut selama pengumpulan atau transportasi dari kegiatan TPA.

Kegiatan industry

Hasil industri dapat menjadi sampah laut apabila dibuang secara sembarangan dari darat ataupun terjatuh pada saat transfortasi di fasilitas pelabuhan. Limbah buangan hasil industri yang tidak diolah terlebih dahulu akan membawa sampah ke perairan.

Baca Juga:  Sosok Slamet Artadinata Bergabung Jadi LSM Lepindo Sultra

Laut Sumber sampah dari laut berasal kegiatan kapal, kegiatan industri. Sampah berasal dari pembuangan yang disengaja atau tidak disengaja, pembuangan ilegal yang telah berlangsung dari waktu ke waktu. Adapun sumber sampah daratan diklasifikasikan sebagai berikut :

Kegiatan Perikanan 

Pada saat kegiatan penangkapan alat yang digunakan akan dibuang ke laut atau ketika membuang alat tangkap atau sampah nelayan lainnya ke laut. Sampah laut yang dihasilkan terdiri dari jaring, tali, tambang, dan sampah lainnya.

Aktivitas Pelayaran Perahu pelayaran dapat menghasilkan sampah ke laut dari kegiatannya seperti tas, kemasan makanan, dan memancing. Para penumpang seringkali membuang sampah dari atas perahu Pedagangan, Militer, dan Kapal Penelitian Sampah yang disengaja atau tidak disengaja dilepas menuju perairan oleh kapal besar dengan jumlah awak banyak memiliki persediaan selama beberapa bulan. Mereka menghasilkan sampah setiap hari yang berakhir menjadi sampah laut jika tidak dioleh secara benar.

Eksplorasi Minyak dan Gas Kegiatan ekplorasi minyak dan gas dapat menghasilkan barang-barang sengaja atau tidak disengaja terbuang ke lingkungan perairan eksplorasi bawah laut dan ekstraksi sumber daya bawah air juga berkontribusi penyumbang sampah di perairan.

Karena hal tersebut upaya penanggulangan pencemaran akibat sampah dapat dapat dilakukan dengan gerakan bersih pantai dan laut. Hal ini dilakukan secara periodik dengan mengerahkan komponen masa, dari kelompok anak anak sekolah dasar hingga mahasiswa, organisasi pemuda, masyarakat umum, serta segenap organisasi organisasi dan partai akan cukup efektif sebagai media informasi, disamping tindakan nyata yang dilakukan, kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, termasuk juga lingkungan pesisir dan laut. 

Karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah dan kurangnya fasilitas haruslah pemerintah meningkatkan kembali upaya sosialisasi terhadap masyarakat agar tetap menjaga sampah dan tidak membuang sampah secara sembarangan sesuai dengan Peraturan yang ada. 

Jadi, saran dari penulis dalam mengatasi limbah sampah plastik di kawasan pesisir selain menggerakkan sosialisasi kepada masyarakat yaitu dengan memanfaatkan teknologi yang ada. 

Sampai saat ini, teknologi terus berkembang dan berinovasi membawa perubahan menuju Revolusi Industri 4.0. Kita dapat memanfaatkan teknologi dalam pembersihan limbah sampah plastik di kawasan pesisir. Untuk saat ini, terdapat beberapa teknologi yang diciptakan untuk pembersih limbah plastik, salah satunya yaitu robot bernama BeBot. 

Baca Juga:  Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

BeBot ini sendiri merupakan robot yang di kembangkan oleh perusahaan nirlaba asal Florida, 4Ocean bermitra dengan perusahaan teknologi Poralu Marine. BeBot sendiri pada dasarnya merupakan robot pembersih pantai yang dirancang khusus untuk membersihkan pesisir dari serpihan sampah plastik. Robot canggih tersebut mampu membersihkan pesisir pantai hingga seluas 3.000 m2 per jammnya. 

Membersihkan pantai dengan menggunakan BeBot jauh lebih efisien hingga 30 kali lipat daripada membersihkan pantai secara manual dengan menggunakan tangan. Menurut 4Ocean dalam situs resmi mereka, Bebot dapat membersihkan pantai seluas tujuh lapangan bola basket hanya dalam waktu satu jam saja. Robot yang satu ini dapat mengumpulkan sampah seperti puntung rokok, bungkus makanan, tutup botol, hingga sampah plastik sebesar 1 cm. 

Tidak seperti pembersih pantai lainnya, robot yang satu ini tidak memicu erosi. Selain dapat menyaring sampah plastik dan sampah berukuran kecil lainnya dari pasir pantai, Bebot juga dapat membersihkan pesisir dari serpihan-serpihan ganggang. 

Tak hanya itu, robot ini juga bisa meratakan permukaan pasir pada pesisir dan mengangkut benda yang cukup berat seperti kursi pantai.

Tidak seperti mesin pembersih pada umumnya, BeBot merupakan robot yang dapat beroperasi tanpa meninggalkan polusi sedikit pun. Robot yang satu ini ditenagai oleh listrik yang berasal dari campuran tenaga surya dan baterai. Maka dari itu, robot yang satu ini dapat menjalankan fungsinya dengan baik tanpa emisi gas atau cairan berbahaya. Selain itu, BeBot juga tidak menghasilkan polusi suara sehingga aman bagi satwa liar setempat. 

Selain ramah lingkungan, BeBot juga memiliki mobilitas serba guna yang memungkinkannya untuk bergerak ke mana saja, bahkan di area yang sempit. Ia dapat bergerak di bawah kendali remote control yang dioperasikam oleh manusia. Robot ini dapat dikendalikan dengan aman dan nyaman dari jarak hingga 300 meter. 

Sejauh ini, BeBot baru beroperasi di kawasan pesisir Florida Selatan. Dalam waktu dekat, 4Ocean akan menyebarkan robot mereka di kawasan pesisir Hawaii dan daerah-daerah di sekitarnya. Penulis berharap Robot berguna seperti BeBot ini dapat beroperasi di Indonesia, atau bahkan Indonesia dapat memproduksi sendiri Robot sejenis BeBot.

Pos terkait