Hadapi Arus Mudik Lebaran 2022, Jasa Raharja Sulawesi Tenggara Siaga

Tampak Suasana di Ruangan Kantor Jasa Raharja Provinsi Sulawesi Tenggara (Foto Red)

KENDARI, MNM.COM — Pemerintah telah menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri 1443 H pada tanggal 2 dan 3 Mei 2022 dan juga telah menetapkan cuti bersama Idul Fitri pada 29 April, 4, 5, dan 6 Mei 2022, hal ini merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menikmati liburan yang panjang dengan mudik ke kampung halamannya. 

Kepala Jasa Raharja Sulawesi Tenggara (Sultra), Saldhy Putranto S.Kom, MBA, AAAI-K, AMII, menghadiri Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2022 yang dilaksanakan di BPTD XVIII Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bentuk kesiapan Jasa Raharja dalam mendukung terciptanya angkutan mudik yang sehat, aman, dan nyaman serta menganstisipasi terhadap lonjakan pergerakan masyarakat pada libur Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Peresmian 3 Satuan Teritorial di Wilayah Kodam Hasanuddin Miliki Manfaat Strategis

“Kami berharap masyarakat akan tiba ditujuan masing-masing dengan selamat namun jika terjadi kecelakaan, petugas Jasa Raharja yang tersebar di 14 Kabupaten di Seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan siaga H-7 dan H+7 untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Dan disamping itu juga berbagai upaya dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan telah dilakukan, diantaranya adalah kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang terus dilakukan diberbagai media dan tempat, pemasangan spanduk dan himbauan dititik rawan lakalantas, kegiatan survey jalan bersama didaerah rawan kecelakaan dan bencana alam sehingga diharapkan akan meminimalisir terjadinya kecelakaan”, lanjut Saldhy. 

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada umumnya tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan akibat dari beberapa faktor, diantaranya disebabkan oleh pengemudi (human error), lingkungan dan cuaca, dan tingginya mobilitas masyarakat, kondisi jalan rawan kecelakaan lalu lintas dan bencana alam tentunya menjadi faktor utama menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. 

Baca Juga:  Jaksa Agung RI Membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Tahun 2021

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal ini pengemudi kendaraan bermotor agar berkendara dengan tertib masih sangat kurang, misalnya dalam hal kondisi kesehatan terutama bagi yang hendak melakukan perjalanan jauh, faktor usia, kesiapan mental untuk pengguna kendaraan bermotor terutama yang masih dibawah umur, tidak fokus, kurang terampil, tidak disiplin dan kelalaian dalam berkendara sehingga menyebabkan jarak terlalu dekat, mengantuk, lelah dan melaju terlalu cepat.

Dan untuk itu akan menjadi peluang besar penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan dan untuk mencegah hal tersebut Jasa Raharja Sulawesi Tenggara akan mengadakan Kegiatan Pengobatan Gratis dibeberapa titik posko PAM Lebaran untuk para pengemudi dan calon penumpang sehingga dipastikan dalam kondisi sehat untuk melakukan perjalanan. 

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar tertib dijalan, mengutamakan keselamatan sampai ditujuan, memperhatikan faktor eksternal misalnya kondisi kendaraan dan cuaca dan mematuhi protokol kesehatan untuk menciptakan mudik yang sehat, aman dan nyaman”, tutup Saldhy (*)

Pos terkait