Tak Diperhatikan PEMDES, Andi Rifai Pimpin Warga Bongkar Masjid

Ketgam : Tampak Para Warga Bahu Membahu Perbaiki Masjid Secara Swadaya (Melky.M)

KOLAKA, MNN.COM – Memprihatinkan, Masjid Nurul YaQin Desa Toari yang bertempat di Dusun I Tanjung Harapan jalan Poros Toari-Watubangga, oleh Tokoh masyarakat  setempat mengatakan sudah tidak layak di gunakan.

Hal ini di ungkap saat rapat bersama para tokoh Agama dan Tokoh masyarakat Desa Toari Pekan lalu, khususnya Dusun I dan II di Tanjung harapan,  bahwa Masjid yang di gunakan oleh Ratusan kepala keluarga ini tidak mendapatkan perhatian Pemerintah, terkhusus Pemerintah Desa Toari.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Mewakili Pangdam XIV/Hsn, Kapoksahli Menghadiri Rapat Koordinasi Pemantauan Pemilu 2024

Andi Rifai S.pd, selain di anggap Tokoh oleh masyarakat Desa Toari, dirinya juga adalah Kepala Sekolah Sdn I Toari, bersama Asdar S.Pdi sebelumnya telah sukses menyelesaikan bangunan baru Masjid Induk Desa Toari yang telah menghabiskan anggaran Milyaran Rupiah, dengan sumber dana 97 persen swadaya masyarakat. 

Kepada Media ini, pria yang akrab disapa Andi Pai ini mengatakan, dirinya hanya menjalankan amanah yang di percayakan masyarakat Desa Toari, ditambah lagi semangat masyarakat setempat yang antusias serta  bahu-membahu dalam mengerjakan Foundasi dasar pembangunan majid Nurul YaQin ini, Sabtu (6/2/2021).

“Masjid Induk Jami Nurul Jihad Desa Toari sudah selesai dengan menghabiskan anggaran milyaran 90 persen swadaya dan lebihnya bantuan Pemda serta pribadinya Bupati Kolaka”, Katanya.

Baca Juga:  Pemdes Lamundre Bersama Masyarakat Fokus Bangun Masjid Baru Dengan Anggaran Milyaran Rupiah

Dikatakanya, sejak pekan lalu dirinya kembali dipercayakan masyarakat menjadi Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul YaQin di Dusun I Tanjung Harapan Desa Toari.

“Saya bersama Bendahara dan panitia pengurus lainnya, akan berusaha membangun masjid ini dan sudah mulai berjalan proses pembangunannya”, Ucap Andi Rifai.

Dia berharap, akan ada perhatian khususnya dari Pemerintah daerah serta Para pelaku usaha BUMN dan BUMD diwilayah Kabupaten Kolaka.

Redaksi/MM, Aj

Pos terkait