Saldo Nasabah BNI Syariah Cabang Raha Dibobol, Suami Korban Keberatan Ke Pihak Bank

Ketgam. Tampak La Ode Muntu Suami Korban Sebagai Nasabah Bank Bank Syariah (Foto MNN)

RAHA, MNN.NEWS.COM – Salah satu dari nasabah bank BNI Syariah tiba tiba terkejut dengan saldo rekeningnya berkurang dengan jumlah sebesar Rp. 3.200.000 (tiga juta dua ratus ribu rupiah) sewaktu hendak melakukan penarikan di ATM atas nama putri Anriani (Korban red) sebagai nasabah langsung berkonsultasi dengan salah satu mantan karyawan bank BNI, dan kronologis kejadian tersebut di salah satu Bank BNI Syariah  Raha pada, jam pukul 007: 00, tanggal, 25 Maret 2020. Dan sampai sekarang pihak nasabah Putri Adriani masih menunggu hasil dari kebenaran atas kerugianya saldo rekeningnya.

Mantan karyawan Bank BNI Tersebut Menurut suami korban ke wartawan pihaknya menyampaikan agar secepatnya melakukan pengaduan terhadap PT BNI SYARIAH itu sendiri (Cabang Raha) sebab menurutnya  adalah salah satu hasil dari Skimming (di bobol).Orang tak dikenal (OTK) Ucap, Mantan Karyawan Kepada Suami Korban.

Bacaan Lainnya

Kemudian di tanggal 27 kami langsung melakukan pengaduan di PT BNI Syariah  Raha terkait kasus yang ada, dan saat itu juga kami langsung menceritakan Kronologis kejadiannya kepada salah satu karyawan dengan pihak manajernya.”Ucap, LD Muntu tak lain adalah suami korban kepada media ini pada kamis (04/06/2020).

“Namun sesuai keterangan suaminya kepada wartawan bahwa pihak Bank  menyampaikan ke nasabah atas nama putri Andriani Tak lain itu adalah istri saya, bahwa mereka akan melaporkan Persoalan ini ke BNI pusat untuk melakukan investigasi serta pihak Bank pun memerintahkan nasabah untuk melengkapi beberapa persyaratan yang ada agar menjadi bahan Laporan.” Ucap suami korban menirukan perkataan pihak Pimpinan Bank BNI Syariah Cabang Raha.” Jelas LD Muntu.

Lanjut LD Muntu (Red Suami Korban) Kemudian pihak Bank Pun berjanji saat itu akan merealisasikan Pengaduan Nasabah dalam waktu 14 hari masa Kerja, kemudian setelah itu nasabah pun menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak BNI Syariah selama waktu yang ditentukan itu.” Ungkapnya.

Baca Juga:  Pemdes Ambaipua Ranomeeto Sudah Salurkan BLT DD Rp.600 / KK, Sebanyak 178 KPM

Kemudian Setelah 14 hari masa Kerja pihak nasabah (Korban red) istri saya,  kembali lagi berkunjung ke kantor BNI Syariah untuk menanyakan perkembangan selanjutnya dari hasil Laporan tersebut.

Akan Tetapi Menurut Suami Korban ke wartawan bahwa tanggapan dari pihak BNI Syariah menyampaikan ke istri saya agar kembali Menunggu selama 14 hari masa Kerja di karenakan ada beberapa alasan dan salah satunya adalah kelengkapan berkas aduan, akhirx istri ku pun kembali melengkapi beberapa persyaratan yang telah diarahkan oleh pihak bank BNI Syariah  

Lajut suami Korban Setelah tiba 14 hari masa kerja istriku pun kembali berkunjung ke kantor BNI Syariah Cabang Raha tersebut, akan tetapi alasan yang kembali di lontarkan oleh pihak manejer BNI SYARIAH bahwa itu masalah dalam sementara tahap proses penyelesaian karena pihak BNI Pusat belum memberikan tanggapan terkait pengaduan Nasabah tersebut.”Jelas, Suami Korban.

Jadi kesimpulannya nasabah kembali di perintahkan menunggu selama 14 hari, dan selama 14 hari tersebut nasabah yang bersangkutan tiba tiba di hubungi oleh manager pihak Bank BNI syariah dan menyampaikan bahwa ternyata hasil investigasi dari pihak BNI pusat bahwa masalah tersebut bukan hasil dari Skimming, dan ada beberapa alasan lagi yang di sampaikan oleh manejer atas nama Napirudin, bahwa Pihaknya akan tetap bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.

” Katanya mereka telah berjanji mau bertanggung jawabkan semuanya, dan hasil dari percakapan dengan istriku katanya mereka akan mendesak pihak bank BNI Pusat untuk secepatnya merealisasikan masalah Nasabah,” Kata Pihak Bank Kepada pihak nasabah.

“Kemudian beberapa hari lalu saya dan istriku berkunjung ke kantor cabang BNI Syariah Raha untuk memperjelas komitmen dari pimpinan cabang Raha, namun setibanya kami disana terjadi perdebatan dengan pihak Bank yakni pimpinan cabang BNI Syariah yang terkesan tidak mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut, di karenakan katanya itu bukan hasil Skimming.Kemudian saya meminta hasil investigasi pusat dan cctv-nya agar mengetahui siapa pelakunya dan sejauh mana perkembangan,” Katanya menceritakan pada wartawan. 

Baca Juga:  Di Puskesmas Toari, Camat Dan Stafnya Serta Kepala Desa Lakukan Rapid Test

“Dan anehnya mereka kembali berjanji bahwa 1 hari pihak BNI akan memperlihatkan hasil dari cctv-nya akan tetapi sampai saat ini pun belum ada laporan atau komunikasi terkait hasil cctv-nya.,”kesal suami korban

“Akhirnya istriku pagi tadi kembali berkunjung di BNI SYARIAH untuk melihat hasil dari cctv-nya  tapi lagi lagi pihak BNI Syariah belum bisa memperlihatkan hasil dari cctv tersebut di karenakan ada beberapa alasan, salah satunya katanya belum di kirimkan dari pusat,” Tambahnya. 

Sementara pihak Bank BNI berjanji saat itu hanya dalam waktu dekat akan ada jawaban dari pihak bank

Atas kejadian tersebut saya selaku suami korban merasa kecewa dan keberatan atas pelayanan pihak Bank BNI Syariah Cabang Raha.”Tutup, LD.Muntu.

Atas kejadian tersebut wartawan media ini coba komfirmasi ke pihak Bank, tetapi salah satu pihak bank yang di tlpn mengaku hanya sebagai security dan  pimpinan saya lagi tidak ada pak, boleh tahu bapak dari mana, nanti kami sampaikan ke pimpinan dan mohon maaf pak saya tidak bisa kasi nomor pimpinan saya harus komfirmasi dulu ke pimpinan, sudah dulu iyah pak kami lagi sibuk.” Ucap salah satu pihak bank yang hanya mengaku seorang security padahal nomor yang kami hubungi menurut keterangan suami korban ke wartawan bahwa itu nomor Pimpinannya.

Sampai berita ini ditayangkan pihak pimpinan Bank BNI Cabang Raha belum di komfirmasi.

TIM : REDAKSI

Pos terkait