Ditengah Pandemi Covid-19, USN Kolaka Gratiskan Biaya Kuliah Semester Pendek

;Tampak DR.AZHARI Rektor USN Kolaka (Foto Red)

MATANETNEWS.COM,KOLAKA – USN Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggratiskan biaya pelaksanaan kuliah semester pendek bagi mahasiswa.

Dan Rektor USN Azhari mengatakan, untuk anggaran USN dalam kegiatan pembelajaran dan pendidikan semester ini tetap tidak diganggu. Anggaran yang tidak terpakai tersebut karena perkuliahan ditiadakan selama mewabahnya virus corona (Covid-19).

Bacaan Lainnya

Lanjut rektor Dr. Azhari, bahwa anggaran tersebutlah yang akan digunakan untuk semester pendek, Sehingga, Covid-19 ini diharapkan bisa selesai pada Juni 2020 mendatang, agar mahasiswa masuk pada bulan Juni 2020, dan dapat bisa mengikuti semester pendek satu sampai tiga bulan.

Baca Juga:  Jalan Menuju Kampus USN Di Desa Popalia Rusak Parah,Warga Minta Segera Pengaspalan

“ Itu gratis, sehingga tidak ada lagi pembayaran bagi mahasiswa untuk mengejar ketertinggalan perkuliahannya yang sebelumnya diliburkan,” Ujar Dr Azhari di Kolaka, pada, Jumat, 1/5/2020.

Wakil Rektor Bidang Akademik USN Ruslin Hadanu menambahkan, sebelumnya kampus Merah Marun ini meliburkan aktivitas perkuliahan mahasiswa karena mewabahnya virus corona (Covid-19).

Untuk memutus penularan dan penyebaran Virus Corona (Covid-19) tersebut, Perguruan tinggi yang dipimpin oleh Dr Azhari ini melakukan perkuliahan Online atau Daring (Dalam Jaringan).

Meski sempat melakukan kuliah Online, Ruslin mengakui hasilnya tak begitu efektif sebab terkendala ketersediaan jaringan yang belum merata di beberapa wilayah di daerah Sultra.

Kemudian, lanjut Ruslin, pihak kampus memutuskan untuk meliburkan mahasiswa dan akan menggantinya dengan semester pendek pada bulan Juni 2020.

Baca Juga:  DR Azhari, Sebut Gedung Rektorat Akan Menjadi Icon Kampus

Apabila pandemi Covid-19 mereda, lalu mahasiswa bisa kembali beraktivitas seperti biasanya pada 1 Juni 2020 untuk mengikuti semester pendek, maka biaya UKT semester pendek digratiskan.

“Jadi mahasiswa melakukan semester pendek tidak dipungut UKT atau digratiskan,” ujarnya.

Namun, ia menyiapkan skenario lain bila kondisi belum memungkinkan untuk melaksanakan kuliah yaitu mahasiswa akan kembali melangsungkan kuliah online. Sekalipun dalam kondisi jaringan yang tidak maksimal dan tidak efektif.

“Sudah tidak ada cara lain, karena sudah tertumbuk dengan semester berikutnya,” ujarnya.

Ditanya perihal keringanan biaya UKT untuk semester berikutnya, Ruslin mengatakan bila mahasiswa tetap membayar UKT tersebut. Pihaknya belum membahas kebijakan terkait hal tersebut karena belum ada petunjuk dari rektor. 

REDAKSI  :  RD


Pos terkait