Warga Net Stop Hoax, Inilah Jejak Rekam Medis Almarhumah Hj. RAhma

MATANETNEWS.COM,KOLAKA – Untuk meredam isu tak sedap yang beredar di media sosial terkait Covid-19 yang mencemaskan warga Kolaka dan warga net Sulawesi Tenggara, sambil menunggu hasil laboratorium resmi dari Kementrian Kesehatan, maka perlu di ketahui Inilah rekam jejak pemeriksaan Medis Almarhumah Hj Rahmawati yaitu:

Berawal keluhan sakit ketika buang air kecil sehingga Almarhumah memeriksakan diri di dr. Tedjo Arianto, Sp.B(K)BD dan memeriksakan diri pada Laboratorium maxima di kendari dokter periksa Dr. Ruslan Duppa, M.Kes, Sp. Rad tanggal 31 Juli 2017.

Bulan November 2018 memeriksakan di RS. BAHTERAMAS dan ditangani oleh dr. Jabir (spesialis urulogi) mengenai infeksi saluran kemih yang dialaminya. dilakukan operasi pemasangan selang dibagian kanan.

Bulan Desember 2018 Almarhumah kembali masuk ke RS. Bayangkara Kendari untuk operasi pengangkatan selang.
Tanggal 5 Januari 2019 Almarhumah berobat ke RS AWAL BROS Makassar di Bangsal/Poli Urologi ditangani oleh Dr. Syakri Syahrir, Sp.U dan diperiksa dilab Rs. Awal Bros pukul 12.30 wita. pukul 18.58:55 Wita memeriksakan diri di lab. RS. AKADEMIS JAURY JUSUF PUTRA Makassar terkait ginjalnya yang harus diangkat. tapi Almarhumah tdk mau ginjalnya diangkat.

Tanggal 2 Desember 2019 Almarhumah merasakan sakit yg luar biasa di area perut lalu diantar ke RS. BAHTERAMAS Kendari melalui IGD dan diperiksa dilab. RS tersebut.

Tanggal 3 Desember 2019 dirawat di ruang Interna RSU. BAHTERAMAS dan diperiksa di bagian Radiologi untuk USG ABDOMEN. pemeriksaan sekitar ginjal. 

Baca Juga:  Untuk Warga Kolaka Sangksi Rp.100 Bila Tidak Gunakan Masker

Tanggal 5 Drsember 2019 Almarhumah dirujuk  oleh dr. Tety Yuniarti Sudiro, Sp.PD ke RS. Wahidin Sudiro Husodo Makssar dengan Diagnosa Hydoneprosis with renal and ureteral calculous Obstruction.

Tanggal 9 Desember 2019 Almarhumah diperiksa oleh Dr. dr. Azwar Amir, SP.U  spesialis bedah ginjal. dokter berencana operasi tapi krn antrian operasi di RS WAHIDIN lagi padat dan Almarhumah sudah tdk bisa menahan rasa sakit yg luar biasa. menurut dokter ginjal Almarhumah harus diangkat karena rusak(tidak berfungsi)dan ditakutkan akan mengganggu fungi ginjal yang satunya maka dr. Azwar merujuk ke RS. HERMINA Makassar untuk dioperasi. (pasang selang) sebelah ķiri.

Tanggal 3 Januari 2020 Almarhumah merasakan lagi kesakitan yg luar biasa sehingga kembali berobat di RS. WAHIDIN Makassar. rencana mau dilaksanakan operasi besar pengangkatan ginjal.. tapi karena Almarhumah punya agenda untuk umroh maka operasi besar tdk dilaksanakan hanya pengangkatan selang dan operasi besar ditunda nanti setelah pulang umroh.

INNA LILLAHI WA INNA LILLAHI ROJIUN

Tanggal 4 Februari 2020 almarhumah berangkat umroh beserta rombongan. almarhumah berangkat dalam keadaan hanya satu ginjal yg berfungsi itupun ginjal satunya dlm keadaan bermasalah.

Tanggal 16 februari 2020 tiba di Makassar.
Tanggal 17 februari 2020 tiba di Kolaka.
Selanjutnya, Almarhumah istirahat total karena susah berjalan normal.

Baca Juga:  Lingkup Kejati Sultra Gelar Vaksinasi Covid-19

Kemudian, Almarhumah berencana berobat kembali ke RS. WAHIDIN. tapi karena berita dilarang berpergian karena adanya virus corona maka diurungkan niatnya.

Tanggal 18 Maret 2020 Almarhumah mengalami sesak nafas seperti yg sering dialaminya (penyakit bawaan (asma) yg sejak lama dia derita)dan tidak pernah lepas obat semprot pentolin jika asmanya kambuh.

Tanggal 19 Maret 2020 pukul 17.50 wita almarhumah dibawah ke RS. Bayangkara kendari karena sesaknya tidak berhenti.di RS. Bayangkara almarhumah diberikan oksigen dan diinfus.

Tanggal 20 Maret 2020 pukul 18.15 wita Almarhumah dirujuk ke RS. BAHTERAMAS. dan sempat dirawat di IGD sebelum dimasukkan di Ruang Isolasi.

Tanggal 23 maret 2020 sekitar pukul 10.00 wita Almarhumah meninggal dunia di Ruang Isolasi RS. BAHTERAMAS Kendari.
Diketahui, bahwa riwayat medis ini disusun berdasarkan bukti rujukan dan hasil pemeriksaan USG  maupun rontgen serta keterangan keluarga yang turut mendampingi selama Almarhumah dirawat.

Selanjutnya, Polres Kolaka melalui Paur Humas Bripka Riswandi Menyampaikan bahwa pihak Keluarga Almarhumah Hj. Rahma telah meminta kepada pihak Kepolisian untuk meredam isu media sosial agar tidak terus menerus memposting hal – hal yang menyudutkan kematian Almarhumah, sembari menunggu Hasil LAB Swab dari Kementrian Kesehatan yang memiliki kewenangan terkait Negatif dan Positifnya Covid-19.

Kontributor : MELKY Ab

PASANG IKLAN DISINI

Pos terkait