Diduga Keponakanya Ditampar, Fasilitas Sekolah SMAN 1 Watubangga Dirusak

MATANETNEWS.COM_KOLAKA – Polisi Sektor Polsek Watubangga mengamankan seorang  remaja DR warga Kelurahan Watubangga yang di duga melakukan penrusakan di sekolah SMAN 1 Watubangga Kecamatan  Watubangga Kabupaten Kolaka (Sultra) pada Kamis, 24/10/2019

Motif dengan di amankanya pelaku diduga melakukan aksi perusakan fasilitas yang ada disekolah, dan atas kejadian tersebut Pelaku yang berinisial DR (28) langsung di amankan oleh polisi. 

Menurut para saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahwa sekitar pukul 10.30 malam sejumlah sepuluh orang remaja datang kesekolah mencari seseorag yang berinisial HB (30) adalah guru pengajar di sekolah SMAN 1 Watubangga, namun DR dan sejumlah rekanya tidak menemukan HB,pasalnya HB masuk bersembunyi diruang Laboratirium Kompiuter Sekolah.

 Karena merasa kesal tak bertemu oleh HB,RD dan sejumlah rekannya tersebut langsung merusak fasilitas yang ada disekolah tersebut, adapun kerusakanya, yakni Pintu sekolah, Kaca jendela Sekolah serta Pot Bunga yang ada disekolah.

Baca Juga:  Ini Penyebabnya Suami Tikam Istri di Kabupaten Konawe

Kronologi kejadian bahwa sebut saja Wanda siswa SMAN 1 Watubangga keponakan pelaku RD ini melantunkan lagu ini asmaul husna, lalu HB menegur  sambil menepuk punggung Wanda dengan alasan katanya terlalu bising alias ribut.

Namun penyampaian Wanda kepada keluarga yakni DR sebagai pamanya, bahwa Wanda ditampar alias ditempelen, dan atas laporan Wanda membuat DR paman Wanda naik pitam dan mengajak rekanya untuk mendatangi HB salah seorang guru yang mengajar disekolah tersebut. 

Atas kejadian ini membuat Abd Rasyid Kepala sekolah angkat bicara, dan sangat menyayangkan kejadian yang tidak seharusnya terjadi disekolahnya. 

“Saya menyayangkan dengan terjadinya yang belum tentu benar adanya bahwa siswi kami yakni Wanda benar benar di tampar alias ditempelen oleh HB guru disekolah ini, “, ucapnya. 

“Dan seharusnya juga orang tua siswa menemui kami sebagai penangung jawab disekolah ini, paling tidak ketua komite untuk mengklarifikasi dengan benar adanya atau tidak atas kejadian tersebut, bukan langsung mendengar dari siswa atau siswi langsung datang mencari guru untuk menghakimi apalagi kalau mengajak teman temanya, kan itu bukan solusi, ” Katanya. 

Baca Juga:  Pria Ojol Asal Poasia Meninggal Bukan Akibat Corona, Ternyata Demam Berdarah (DBD)

“Dan ini sebenarnya ada kesalah fahaman antara informasi yang belum tentu benar adanya, karena pihak polisi juga akan memanggil Wanda untuk dimintai keterangan yang sebenarnya, dan mengenai fasilitas sekolah yang dirusak oleh pelaku dan rekannya biarlah polisi yang melakukan penyidikan, adapun kerugian fasilitas sekolah yang dirusak kami belum menyimpulkannya,”tutup Abd Rasyid Kepala Sekolah SMAN 1 Watubangga kepada matanetnews.com.

Dan pihak Polisi masih melakukan pengengejaran pelaku lainya yang merusak fasilitas Sekolah SMAN 1 watubangga pada malam harinya.

REDAKSI, (*)

Pos terkait