Puluhan PMII Kolaka Mendesak Pencopotan kapolres Kota Kendari

MATANETNEWS.COM_KOLAKA – Terkait atas tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada saat Menggelar Unjuk Rasa didepan kantor DPRD Kendari, puluhan Pengurus Pengerak Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Kolaka menggelar aksi didepan Makopolres Kolaka, pada Senin, 30/9/2019.

Dalam Aksinya ini yang dipimpin oleh Sultan sebagai ketua PMII Kolaka, guna untuk mendesak agar Kapolri mencopot kapolres kita kendari dari jabatanya, sebab dinilai sebagai penanggungjawab Kamtibmas tidak amanah dan profesional dalam memimpin.

Adapun aksinya, PMII Kolaka ini menilai bahwa Kapolres Kota Kendari tidak mengontrol anggotanya yang brutal serta tidak manusiawi dalam pengamanan aksi demonstrasi didepan kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait penolakan revisi UU KPK tahun 2019 dan RUU KUHP, hingga menimbulkan dua Mahasiswa UHO meninggal Dunia.

Baca Juga:  Pangdam XIV/Hsn Melaksanakan PAM VVIP Rangkaian Kegiatan Kunker Wapres RI di Kendari

“Kami meminta agar secepatnya pihak yang terkait melakukan pemecatan dan menghukum seberat-beratnya bagi oknum oknum pelaku yang sengaja melakukan penembakan terhadap dua Mahasiswa, yang melakukan unjuk rasa, ” tegasnya.

“Pecat dan hukum yang seberat beratnya oknum itu yang menewaskan dua mahasiswa UHO, teriak PMII 

Selain itu juga, Mahasiswa juga mendesak Pemerintah supaya membentuk tim gabungan untuk menginvestigasi tertembaknya Mahasiswa UHO ini, dimana tim tersebut bukan hanya dari Polri, PMII juga meminta supaya mengevaluasi tugas dan kewenangan Polri yang dinilai sudah tidak profesional lagi.

Menanggapi aksi PMII Kolaka, Kapolres Kolaka AKBP Bambang Satriawan langsung menerima para Mahasiswa dan menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya dua Mahasiswa UHO saat menggelar aksi, dan Kapolres Kolala juga sependapat dengan Mahasiswa jika supermasi hukum wajib ditegakkan seadil adilnya. 

Baca Juga:  Presiden RI Resmikan Pabrik Gula Dan Jembatan Teluk Kendari Sultra

Kopolres Kolaka didepan para PMII mengaku akan mendukung untuk dilakukan pengusutan kejadian penembakan Mahasiswa sesuai fakta di lapangan.

Kapolres  juga meminta agar dalam proses penyidikan nantinya mahasiswa dan masyarakat dipersilahkan untuk turut mengawal jalannya proses penyelidikan, apalagi tim dari Mabes Polri sudah bekerja untuk melakukan pemeriksaan.

“Dan untuk sekarang ini tim dari Mabes Polri sudah bekerja. Semoga segera terungkap siapa pelakunya,” harapnya. Kapolres

Dan Kapolres berjanji akan menyampaikan tuntutan Mahasiswa pada atasannya, yakni Kapolda dan Mabes Polri,serta kapolres meminta agar Mahasiswa kembali ke kampus dengan hati-hati dan tertib, dengan menghargai pengguna jalan lainya. 

Asri Joni

Pos terkait