Pertandingan Difinal Antara Karang Taruna VS Popalia Berujung Ricuh

MATANETNEWS,COM,KOLAKA – Dalam Rangka memperingati HUT RI Ke 74 Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Sultra di ajang sepak bola final yang mempertemukan Tim Kesebelasan Karang Taruna Tanggetada melawan Tim Kesebelasan Desa Popalia berujung Ricuh,Rabu,(28/8/2019)

Pertandingan berlangsung seru,namun dimenit 54 dibabak ke dua dengan skor 2-0 atas kesebelasan Desa Popalia,dan tiba tiba wasit Nur Jamil yang memimpin pertandingan memberhentikan pertandingan yang sementara berlanjut karena tiba tiba salah satu dari penonton menerobos masuk kedalam lapangan dan memukul salah satu dari pemain tim kesebelasan Karang Taruna.

Ketua Panitia Muh.Alwi kepada media MATANETNEWS.COM, mengatakan kejadian ini bermula ketika salah satu pemain pengganti Karang Taruna nomor punggung 45 atas nama Alif  masuk menggantikan pemain nomor punggung 6 atas nama Rahman, belum lama masuk tiba-tiba salah satu pemain tim kesebelasan Karang Taruna di pukul oleh penonton’,Ucap Alwi

Baca Juga:  Presiden RI Resmikan Pabrik Gula Dan Jembatan Teluk Kendari Sultra

‘Kami tidak tahu apa masalahnya,kenapa salah satu dari penonton langsung masuk dan berlari memukul salah satu pemain tim kesebelasan Karang Taruna,’ ujar Alwi.

Lanjut Alwi menyampaikan,sejauh ini kami belum bisa menentukan siapa Juara dalam pertandingan ini,dan kami akan memanggil kedua menejer tim kesebelasan serta wasit dan juga kapten kesebelasan masing-masing dalam waktu dekat untuk mencarikan solusinya dan apa sebenarnya permasalahanya,’ungkapnya

Sementara Untuk menanggapi permasalahan,Camat Tanggetada Pudding,Spd,M,Mpd dalam sambutannya menyesalkan kejadian yang tidak terpuji akibat ulah penonton.

 ‘Kegiatan ini adalah kegiatan dalam rangka memeriahkan hari ulang Tahun republik indonesia yang ke 74 Tahun dan akhirnya kegiatan Malam ramah tamah yang rencananya akan di laksanakan besok malam terpaksa saya tunda,” Ujar Pudding.

Baca Juga:  Pemerintah Kecamatan Watubangga Gelar Rapat Kordinasi Antar Desa

‘Marilah kita menjadi warga yang baik dan sadar diri,sebab ini cuman hiburan pesta rakyat untuk memeriahkan hari kemerdekaan republik Indonesia,dan kalau ada permasalah tolong kita selesaikan dengan secara kepala yang dingin,dan kalau sudah begini siapa yang kita persalahakan,dan untuk sementara malam ramah tamah pada malam tanggal 29 terpaksa saya batalkan,’tutup Pudding Camat Tanggetada.

Wartawan. Sulyamin

Pos terkait